Flash Tips & Trik: Menggunakan lebih dari 1 tanda seru (!) di deskripsi 1 dan deskripsi 2 akan menyebabkan iklan adwords Anda disapprove. :: Beberapa kata yang membutuhkan exception dalam pembuatan iklan Adwords adalah suka, resep, kandungan, lihat, seru, skripsi, dokter. :: Untuk mencegah melonjaknya Cost per Click (CPC) dalam Adwords, saat menaikkan atau menurunkan budget harian per campaign sebaiknya tidak lebih dari Rp. 30.000,-/perubahan.

Minggu, 29 April 2012

Link Building

Membangun link merupakan kegiatan yang wajib dikuasai oleh praktisi SEO. Agar tidak salah arah maka perlu diketahui beberapa pengertian dasar mengenai membangun link yang baik dan sesuai kaidah.
Jenis Link
Ada 3 jenis link yang dikenal dalam SEO. Yang pertama adalah inbound link. Link jenis inilah yang dicari dalam SEO. Inbound link artinya link yang terpasang di luar website yang mengarah ke website Anda. Sedangkan outbound link adalah link yang terdapat di website Anda yang mengarah ke website lain; link tersebut akan menjadi inbound link bagi website tersebut. Dan yang terakhir adalah interlink, yaitu link yang mengarah ke sebuah URL yang terdapat di dalam website Anda sendiri. Link ini berguna untuk merekomendasikan pengunjung website agar melihat konten lain yang berkaitan dengan tema yang sedang dibahas di suatu halaman.

Sang Ratu SEO
Konten berkualitas tidak akan ada artinya kalau tidak dibaca orang. Apabila orang yang membaca konten yang Anda tulis merasa mendapat manfaat biasanya mereka akan secara sukarela membagikannya (share) ke jejaring yang dimilikinya. Kegiatan sharing informasi tersebut akan menjadikan konten/website Anda memiliki INBOUND LINK.

Untuk memperbanyak inbound link tersebut Anda pun dapat melakukan hal yang sama. Ada banyak cara membagikan informasi ke publik dunia maya. Beberapa tempat yang disarankan untuk menginformasikan konten Anda diantaranya:
1. Forum
2. Blog
3. Media Sosial
4. Social Bookmarking
5. Web Directory

Masing-masing tempat mempunyai aturan khusus yang harus ditaati. Namun ada 1 aturan umum yang berlaku dalam membangun link yaitu DILARANG SPAMMING alias NYAMPAH.


Membuat Interlink
Saat orang sudah tertarik untuk datang melihat konten yang Anda buat, apa selanjutnya setelah mereka selesai membacanya?
Ada baiknya Anda mempunyai stok konten sehingga pengunjung dapat melihat konten lainnya saat mereka telah selesai membaca sebuah konten. Pengunjung dapat Anda bimbing untuk melihat konten lainnya dengan cara diberikan saran (suggestion). Saran tersebut berupa sebuah link yang mengarah ke konten Anda yang lain. Konten yang Anda sarankan tersebut sebaiknya berkaitan dengan konten yang sedang/telah mereka baca.

Outbound Link
Ada kalanya konten yang Anda miliki perlu penjelasan lebih lanjut. Namun bagaimana bila Anda belum mempunyai konten penjelas tersebut? Anda dapat mencari konten penjelas tersebut di website lain. Saat Anda mengarahkan pengunjung melalui sebuah link yang mengarah ke website lain maka Anda sedang membuat sebuah OUTBOUND LINK.

Catatan Kecil:
Konten: Merujuk kepada SATU halaman website dengan SATU alamat (URL) unik dalam sebuah domain. Konten dapat berupa teks, gambar, video. Contoh: contoh.com/konten.html

Website: Merujuk kepada keseluruhan konten yang berada dibawah sebuah domain. Contoh: contoh.com

Terkirim dari BlackBerry®


Gregorius Wikan SEO Essence Updated at: 01.42

Sabtu, 14 April 2012

Benchmarking Website

Dalam mengerjakan sebuah proyek SEO, tahapan pertama yang harus dilewati adalah melakukan benchmarking website yang akan dikerjakan. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kondisi aktual dari website klien dan juga kompetitornya. Hasil dari proses benchmarking tersebut akan menentukan posisi awal kegiatan SEO dan juga nilai dari kontrak pengerjaan SEO.
Source: Google

Beberapa parameter yang harus diperhatikan dalam benchmarking adalah:
  1. Ranking Website (PageRank, Alexa)
  2. Posisi di Search Engine (Google, Yahoo, Bing)
  3. Google Analytics
  4. Webmaster tools
  5. Header Data (Title, Description, Keyword)
  6. Halaman yang terindeks di search engine
  7. Jumlah link (inbound dan outbound)
  8. Usia domain
Web Ranking
Ada beberapa parameter pengukur yang dapat menjelaskan rangking sebuah website. Yang umum dipergunakan adalah PageRank dan Alexa Rank. PageRank adalah sebuah mekanisme pemeringkatan website yang dirilis oleh Google Inc. yang menggunakan skala 1-10 untuk menentukan peringkat sebuah website; semakin besar angkanya semakin bagus. Sedangkan Alexa Rank adalah mekanisme pemeringkatan website yang dirilis pertama kali oleh Amazon. Amazon menggunakan skala 1 sampai tak terhingga dalam menentukan peringkat sebuah website; semakin kecil angkanya semakin bagus (kebalikan dari PageRank).


Posisi di Search Engine
Untuk mengetahui berada di posisi berapa sebuah website saat dicari menggunakan search engine, gunakanlah kata kunci tunggal atau 2 kata yang sekiranya merepresentasikan website tersebut. Jangan pernah menggunakan nama website untuk mengetahui posisi di search engine karena hasilnya tidak relevan dengan tujuan SEO.

Google Analytics
Google Analytics merupakan sebuah layanan gratis dari google. Pastikan website yang akan dioptimalisasi telah memasang tool ini. Kegunaan tool ini banyak sekali, selain untuk menganalisa hasil SEO tool ini juga berguna untuk membuat laporan berkala hasil kegiatan SEO.

Webmaster Tools
Selain Google Analytics, Google juga menyediakan Webmaster Tools yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi terkini dalam website (dari sisi teknis). Selain Google, Yahoo pun mempunyai tools yang sama. Keduanya berwujud sebaris meta data yang harus diletakkan di halaman depan website (halaman indeks).

Header Data
Header data adalah meta data yang diletakkan di antara tag <head> dan </head>. Meta data tersebut selain berguna untuk membantu robot search engine men-screen website juga dapat digunakan saat akan melakukan bookmarking. Title dan Description dari masing masing halaman harus berbeda.

Halaman terindeks
Salah satu prasyarat dalam melakukan optimalisasi website adalah setiap halaman website harus sudah terindeks di search engine. Minimal, halaman depan website telah terindeks.

Jumlah link
Inbound link adalah link yang mengarah ke website Anda (datang dari luar). Outbound link adalah link yang mengarah ke website lain (keluar dari website). Semakin banyak inbound link semakin baik sedangkan outbound link sebaiknya jangan terlalu banyak.

Usia website
Website dengan usia dibawah 1 tahun sebaiknya jangan dioptimalisasi dulu. Resiko yang pernah terjadi adalah website di bawah 1 tahun sulit untuk mendapat kepercayaan dari search engine untuk berada di posisi atas. Usia dimaksud adalah waktu pembelian domain tidak boleh kurang dari 1 tahun. Untuk mengetahuinya Anda dapat melihat melalui whois.net.


Gregorius Wikan SEO Essence Updated at: 22.55

Selasa, 03 April 2012

Mind Mapping

Dalam mengerjakan SEO, keyword research menjadi faktor penting yang menentukan arah menuju dari hasil yang ingin kita capai. Keyword research ini pun tidak hanya dilakukan satu kali saja melainkan beberapa kali, tergantung keperluan.

Idealnya kegiatan SEO diawali dengan keyword research yang secara langsung menentukan keyword apa saja yang akan menjadi keyword utama dan keyword turunan dari tema kegiatan SEO. Tema yang dimaksud disini adalah nama suatu produk / brand yang akan dioptimalisasi.

Misalnya brand Sariwangi yang di Indonesia dikenal melalui produk tehnya. Brand Sariwangi tersebut menjadi tema utama, sedangkan teh adalah keyword utama yang harus kita cari turunannya. Turunan dari keyword utama tersebut adalah hal-hal yang berkaitan dengan teh.

Mind Mapping
Memetakan keyword yang berkaitan dengan tema dan keyword utama bisa dimulai dengan memetakan pikiran kita sendiri. Untuk itu diperlukan tools yang memudahkan kita melihat dan menganalisa setiap keyword yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tema. Selain itu software ini berguna juga untuk kita menentukan batasan-batasan dari pengembangan tema kegiatan SEO agar apa yang kita kerjakan menjadi lebih fokus. Ada beberapa software pemetaan keyword yang bisa didownload secara gratis, diantaranya:

  1. Content Assembly Mechanism (CAM)
  2. Compendium
  3. Docear
  4. Freemind
  5. Freeplane


Keyword Research
Proses selanjutnya bila mind mapping telah selesai dilakukan adalah Keyword Research. Kegiatan ini memerlukan kesabaran dan juga kreatifitas. Dalam prosesnya akan banyak sekali ditemukan keyword turunan yang (mungkin) sebelumnya tidak terpikirkan oleh kita. Salah satu tools andalan untuk kegiatan keyword research ini adalah Google Keyword Tools. Tool ini memungkinkan kita menjelajahi database google dan menemukan beragam keyword yang pernah dituliskan orang saat menggunakan google.

Bila Anda juga penasaran apakah keyword yang kita susun masih banyak digunakan orang atau tidak maka Anda dapat mempergunakan Google Trends. Misalnya, Anda ingin mengetahui apakah saat ini orang lebih cenderung menggunakan kata "harga murah", "harga promo", atau "harga diskon". Hasilnya akan memperlihatkan trend penggunaan kata-kata tersebut, seperti terlihat di gambar di bawah ini:

Terlihat sejak tahun 2007 penggunaan kata "harga murah" lebih tinggi dibandingkan dengan "harga promo" ataupun "harga diskon". Volume penggunaan kata "harga murah" pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding dengan kata "harga promo" yang cenderung flat.

Semoga bermanfaat.


Gregorius Wikan SEO Essence Updated at: 23.15

Minggu, 01 April 2012

White Hat vs Black Hat

Ada 2 kategori kegiatan (tehnik) SEO yang selama ini dikenal, yaitu White Hat dan Black Hat. Seperti umumnya dimanapun (dalam konteks normatif), White berarti Baik dan Black berarti Buruk.

Penjelasan sederhana dari White Hat SEO adalah penggunaan tehnik SEO yang sesuai aturan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh algoritma mesin pencari.
Sedangkan Black Hat SEO adalah penggunaan tehnik SEO yang tidak sesuai aturan dan menggunakan cara-cara curang untuk mengakali algoritma mesin pencari.
Source: Google
White Hat SEO
Dari berbagai macam tehnik White Hat, yang paling dikenal adalah dengan cara mengoptimalisasi website itu sendiri. Mengoptimalisasi website dikenal dengan istilah OnPage Optimization. Dan tujuan dari OnPage Optimization tersebut adalah memudahkan orang (manusia) menemukan informasi yang berkaitan dengan informasi yang sedang dicari (dibaca) di website SEKALIGUS memudahkan robot (crawler) mesin pencari untuk mengumpulkan (mengindex) dan menilai konten website tersebut.

Setelah dilakukan OnPage Optimization yang memudahkan manusia dan robot menjelajahi website maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menginformasikan pihak lain bahwa website tersebut mempunyai konten yang bagus dan berkualitas.
Cara menginformasikan konten tersebut dikenal dengan istilah OffPage Optimization. Dalam bahasa sederhananya dinamakan publikasi konten. OffPage Optimization yang alami biasanya terjadi apabila seseorang merasa konten di suatu website berguna (berkualitas) dan kemudian dia melakukan bookmarking ataupun memberitahukan kepada orang lain melalui jejaring komunikasi yang dia miliki (email, media sosial, dll).


1 hal mutlak yang harus dimiliki seorang pemain SEO dalam menjalankan White Hat SEO adalah kesabaran. Tanpa satu hal itu maka yang Anda lakukan berpotensi menjadi Black Hat SEO.

Detail tehnik White Hat SEO akan diulas secara mendalam pada tahapan selanjutnya.

Black Hat SEO
Dalam Black Hat SEO dikenal pula teknik mengoptimasi OnPage dan  OffPage. Namun perbedaan mendasar dari teknik White Hat adalah cara melakukannya.

Black Hat OnPage SEO pada dasarnya dilakukan dengan menyembunyikan sesuatu dari mata pengunjung website (manusia) dan "membohongi" robot mesin pencari berkaitan dengan konten yang terdapat di website.

Sedangkan Black Hat OffPage SEO pada dasarnya dilakukan dengan memanipulasi link untuk menciptakan traffik secara masif ke sebuah website. Umumnya manipulasi dilakukan dengan cara otomatisasi dan spamming.


Dari kedua teknik tersebut sangat jelas terlihat perbedaannya. Untuk mendapatkan hasil cepat memang teknik Black Hat cukup menjanjikan. Namun bila dilihat dari kualitas pekerjaan dan hasilnya teknik White Hat jauh lebih menjanjikan.
Satu-satunya kelemahan teknik White Hat adalah soal kecepatan mendapatkan hasil. Namun jangan lupakan kalau Anda sebagai manusia pun memerlukan proses untuk menjadi yang lebih baik. Jadi hargailah proses itu dan nikmatilah hasil yang lebih berkualitas.

Untuk membantu menghentikan cara-cara curang dalam SEO dengan menggunakan teknik Black Hat, saya tidak akan membahas secara mendetail mengenai teknik Black Hat.

Semoga bermanfaat.

Gregorius Wikan SEO Essence Updated at: 23.48